Saya yakin bahwa kedepan, energi nuklir akan menjadi salah satu pilihan energi alternatif dalam memenuhi kebutuhan energi sebuah negara. Mungkin saat ini banyak sekali pihak pihak yang kontra terhadap pembangunan PLTN, termasuk di Indonesia. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan dengan semakin meningkatnya kebutuhan energi dan meningkatnya jumlah penduduk, maka energi nuklir adalah jawaban yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tentu saja PLTN bukan satu satunya jawaban, tetapi merupakan salah satu untuk memenuhi energy mix dimasa mendatang.

Paling tidak, mari kita lihat perkembangan energi nuklir di Eropa saat ini. Inggris raya pada hari Kamis lalu telah menyetujui pembangunan PLTN baru. Bagaimana dengan negara negara eropa lainnya? Berikut ulasan singkatnya :
- Perancis : Negara ini bisa dikatakan sebagai negara leader dalam pengelolaan PLTN. Dengan 59 reaktor yang dimiliki, PLTN mensuplai kurang lebih 70 % dari total energi listrik yang dibangkitkan. Terakhir, Presiden Nicolas Sarkozy telah mengkampanyekan penggunaan energi nuklir untuk mengatasi permasalahan pemanasan global (global warming)
- Jerman : Kanselor Angela Merkel telah menyetujui untuk merevisi kembali keputusan pemerintah sebelumnya tentang rencana penutupan 17 reaktor nuklir pada 2021.
- Belanda : Masih beroperasi 1 unit PLTN. Rencananya akan ditutup pada tahun 2013, tetapi pemerintah setempat telah memutuskan untuk memperpanjang izin penggunaannya hingga tahun 2033.
- Italia : Sejak referendum tahun 1987, pemerintah Italia telah melarang pembangunan PLTN, namun baru baru ini pemerintah mengkaji ulang pembangunan PLTN.
- Spanyol : Negara ini memiliki 6 unit PLTN.
- Swedia : Pada taun 1997 negara ini memutuskan untuk menghentikan program pembangunan PLTN. PLTN yang berjumlah 12 unit ini, mensuplai kurang lebih 50% dari totl energi listrik yang dibangkitkan. Saat ini Swedia sedang mengkaji untuk mencari energi alternatif baru, termasuk memikirkan kembali nuklir sebagai salah satunya.
- Finlandia : Negara ini memiliki 4 unit reaktor nuklir yang mensuplai kurang lebih 25 % dari total energi listrik yang dibangkitkan. Saat ini sedang membangun rekator PLTN nya yang ke lima.
Kita pasti bisa, tentu dengan niat dan kemauan yang keras…
20 Januari 2008 at 8:45 pm
Dari sangat sedikit pengalaman saya tentang energi nuklir, hanya sebatas projek tentang sensor radiasi, saya sangat mendukung indonesia memiliki PLTN. 230 juta jiwa bo’ 2050 bisa 300 juta jiwa, kalo tidak segera swasembada energi listrik, sangat berbahaya. Mas percaya enggak kalo rumah mati listrik melulu, orang akan sering melakukan aktifitas ‘dikamar’. Huhuhuaauaauhaua
.
Akhirnya ledakan penduduk sulit untuk dikendalikan. Bener gak mas?
21 Januari 2008 at 11:04 am
Hehehe.. boss Ario mah bisa ajah
Perlu riset mendalam tuh mengenai itu, pasti hasilnya akan luar biasa, hehe
21 Januari 2008 at 2:36 pm
Biasanya saya membayar listrik sebulan 150 rebu, bulan Desember 2007 yang dibayar pada bulan Januari 2008 adalah 360 ribu (cicilan pertama dari total cicilan 850 rebu).
Nantinya PLTN itu siapa sih ownernya? Jika PT PLN, walau pengalaman saya di adalah EDF (Perancis) dan KEPCO (Jepang) adalah operator atau owner PLTN, maka kredibilitas PLTN akan tetap terpuruk. Jika isinya outsorcing PLN yang tujuannya hanya mencari uang, dan jauh dari profesional maka PLTN masih akan banyak oposannya. Coba lihat, bahwa MCB yang buatan manusia, akan fana tidak?. Akan berkarat tidak?. Bagaiman jika yang merusak MCB tersebut adalah alam atau orang PLN sendiri? Lalu dengan modal Sk Direksi PLN mengenai P2LN dengan kaidah TERITORIAL, maka barang-barang PLN yang ada di rumah tertentu menjadi tanggungjawab penghuni rumah? Jadi apa masuk akal jika barang PLN rusak karena alam atau dirusak oleh outsourcer PLN sendiri, lalu kita disuruh menggantinya dengan denda selangit? (ukuran PNS). Wah… makin jauh PLTN dijauhi masyarakat jika mental operator/owner PLTN nantinya masih dari PT PLN.
21 Januari 2008 at 3:22 pm
Wah saya kurang tahu ya pak siapa yang nantinya pegang proyek PLTN ini. Setahu saya kini dalam pembahasan di pemerintahan. Bisa jadi sistemnya yang pegang adalah swasta. Terakhir sudah dilakukan kerjasama antara KHNP (Korea) dengan Medco Energy International. Mereka menawarkan sistem turn-key contract. Mungkin dengan bantuan dan monitor dari bapak bapak yang berada di BATAN, saya yakin PLTN kedepan akan baik jalannya. Ini dibuktikan dengan pengelolaan research reactors yang dimiliki BATAN belasan tahun yang lalu yang tidak ada masalah.
Memang betul pak, disisi distribusi listrik, masih banyak kejadian seperti yang bapak ceritakan itu. Masalah pelik yang harus dihadapi oleh PLN. Saya sendiri pernah kerja praktek di PLN dan melihat hal tersebut terjadi dilapangan.
Ya, mudah mudahan saja harga listrik bisa turun atau paling tidak, harganya tidak naik, meskipun prinsip ekonomi uang (present value) akan selalu naik.
Begitu pak tanggapan dari saya
Wassalam
CH
7 April 2008 at 2:38 pm
gmn nasib indonesia mas?
bisakah mnjadi negara yg maju dlm teknologi dan nuklir?
ulasannyaa ya….
thanks tulisannya bro…
titip tulisan buat temen2
soal etika bisnis saya tahunya kejujuran dan kepatuhan terhadap hukum yg berlaku,..ya khan?
lihat
pentingnyakejujuran>/a>
pentingnyakeistqomahan>/a>
buku2gratis>/a>
antivirus terbaru>/a>
salamhangat>/a>
suwon:D
27 Juni 2008 at 11:01 am
sampurasun…
ada yang tau syarat sah nya PLTN ato pabrik nuklir… dalam artian apa saja yang harus ada di PLTN ato pabrik itu (termasuk syarat minimal infrastrukturnya)… lebih bagus lagi jika disertai gambar… minta linknya dong ato via email juga boleh… terima kasih…
27 Oktober 2008 at 3:03 pm
T-M
Wah pertanyaannya sangat luas sekali. Untuk membangun PLTN perlu banyak syarat, karena kita mengutamakan keselamatan. Mulai dari feasibility study untuk site selection, contruction, operation hingga decommisioning. Dokumen dokumen mengenai hal tersebut bisa didapatkan semua di situs IAEA : http://www.iaea.org
8 April 2009 at 1:08 pm
menurut aku sih,,,,
pemilihan energi nuklir sebagai energi alternatif masa depan memang sangat tepat,
tapi harus di perhatikan jika ada efek ke depannya,