Kekhawatiran muncul diberbagai kalangan publik akan keselamatan PLTN terlebih setelah serangan teroris pada gedung WTC 11 September tahun 2001 yang lalu. Banyak pihak tidak dapat membayangkan jika pesawat yang dibajak tersebut jatuh pada salah satu PLTN yang dimiliki oleh USA yang kini berjumlah 104 reaktor yang telah menyumbang 20 % kebutuhan listrik negara paman sam ini.
Untuk mengatasi hal ini, baru baru ini Komisi Pengatur Energi Nuklir Amerika (NRC) mengajukan peraturan baru terkait dengan keselamatan PLTN terhadap serangan teroris melalui pesawat. Beberapa kalangan melihat dikeluarkannya peraturan tersebut malah akan memberikan presenden buruk bagi penerimaan masyarakat terhadap industri nuklir kedepan.

Seperti yang dikatakan oleh George Vanderheyden, presiden dan CEO Unistar Baltimore. Dia mengatakan bahwa dengan dikeluarkannya aturan tersebut akan membawa dampak negative terhadap penerimaan publik terhadap PLTN. Dia menambahkan bahwa penerimaan publik terhadap keselamatan PLTN adalah kunci utama dalam membangun industri nuklir kedepan dimana sebenarnya secara de facto telah ada moratorium untuk pembangunan PLTN baru setelah kecelakaan di Three Mile Island (TMI) pada tahun 1979
Unistar berencana untuk membangun sebuah reaktor baru di Calvert Cliffs, Maryland yang merupakan satu dari 32 unit PLTN yang direncanakan. Namun desain PLTN tersebut belum mendapat izin dari NRC karena perlu pengujian lebih lanjut terhadap kemungkinan serangan teroris terhadap reaktor PLTN tersebut.
Hal senada juga diungkapkan oleh Westinghouse Electric Co. dan GE-Hitachi Nuclear Energy. Kedua perusahaan tersebut meskipun telah mendapatkan lisensi dari NRC tetapi belum memenuhi aturan baru tersebut. Namun mereka mengatakan akan melakukan pengujian resiko jika terjadi penyerangan teroris terhadap instalasi PLTN.
Sebagai usaha melindungi isu serangan udara ini, kini dibutuhkan struktur containment yang sangat extra dengan investasi lebih dari USD 100 juta per reaktor, seperti dikatakan Adrian Heymer, direktur Nuclear Energy Institute yang berpusat di Washington.
Namun, NRC cukup yakin bahwa jika skenario terburuk terjadi, pesawat teroris jatuh ke PLTN, maka kemungkinan zat radioaktif keluar ke lingkungan sangat kecil sekali. Hmm.. semoga saja.
Sumber : Bloomberg
Foto : NRC
16 Januari 2008 at 4:14 pm
Mas Chairul , sebenernya ada di pihak mana, Yg Pro PLTN atau yg kontra… Mmmmmhhhhhh ^____^
16 Januari 2008 at 5:14 pm
Mbak Risma,
Terima kasih atas komentarnya ^^
Sebagaimana yang saya tulis dibagian selamat datang, bahwa saya akan menyediakan informasi yang fair tentang energi nuklir baik ditinjau dari manfaat maupun permasalahannya. Saya tidak mau bilang PLTN itu sangat baik, tetapi publik juga harus tahu apa dan bagaimana permasalahan PLTN itu sendiri. Tidak dilebih-lebihkan dan tidak juga menyajikan informasi yang salah.
Jadi jawabannya, saya hanya berusaha untuk BIJAK
16 Januari 2008 at 6:20 pm
Sebenarnya kalau mau berusaha bijak, mas Chirul juga mesti membuat sebuah dongeng yang indah tentang negeri nuklir. Suatu dongeng yang sering pula disampaikan oleh para teolog agar para pengikutnya mengikuti mereka dan percaya bahwa apa yang disampaikannya itu benar dan mampu membawa mereka ke arah pencerahan – walau itu baru didapatkan setelah ada di alam baka.
Bukannya saya pesimistis dalam hal ini, saya sangat setuju tentang implementasi nuklir di Indonesia. Karena saya pernah merasakan bagaimana rasanya harus tinggal di tempat yang miskin energi, yang cuma bisa merasakan lampu 1 atau 2 hari. Walaupun menurut saya implementasi dan kegunaannya tidak terbatas hanya pada perwujudannya tidak hanya pada listrik, tapi teknologi pengobatan dan lain-lain (tentunya Anda lebih tahu
).
Ah sudah mulai ngawur
16 Januari 2008 at 7:52 pm
Terima kasih mas Toni..
Iya insya allah kedepan saya buat “dongeng” seperti itu. Sebenarnya sih sudah saya mulai, misal dengan medongeng kebangkitan nuklir di eropa, dan korea. Saya juga masih pemula dibidang ini Mas, jadi masih perlu belajar banyak..
Setelah muria, kayaknya palangkaraya akan dilirik nih kalau palangkaraya dekat laut, hehe
16 Januari 2008 at 8:53 pm
Nuklir adalah jalan keluar kita dari krisis energi listrik selama ini …
bila PLTN tidak segera dibangun…saya tidak tahu lagi bagaimana negara ini nantinya
dulu korsel pernah belajar di indonesia tentang reaktor…dan akhirnya dia bikin PLTN disana…bisa dilihat sekarang Korsel menjadi negara maju..
lalu indonesia?
Lets Support Indonesia Go Nuclear !!!
17 Januari 2008 at 12:05 pm
Saya sangat mendukung adanya tenaga nuklir di Indonesia, tetapi bukan Nuklir senjata lho…tapi maNUK LieR…..waduh nyamfah lagi nih…..salam kenal
20 Januari 2008 at 7:53 am
Kalo di Indonesia, boro-boro PLTN di ancam sama teroris lha wong belum dibangun aja udah dapet ancaman dari “kiai” je…
Tapi yang penting PLTN harus tetap jalan! apalagi di Sumatra udah mulai giliran 4 jam hidup, 4 jam mati tuh… Kata dosen mata kuliah Teknik Lingkungan ku sih…
Salam kenal ya Mas.
11 Maret 2008 at 4:19 pm
Sy anggota baru di masyarakat nuklir Indonesia. Blog ini sgt membantu sy dlm ‘menyelami’ luasnya dunia nuklir. Tengkyu atas obyektivitas infonya. Salam kenal mas CH n sxs slalu.
- Anis Rohanda -
alumni TN-UGM
PTRKN-BATAN