
Saya dilahirkan disebuah dusun yang bernama Bandar Harapan, kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, bertepatan dengan hari pendidikan nasional, 24 tahun yang lalu. Saya dibesarkan oleh kedua orang tua saya, Dadan Saepudin (alm) dan Yati Sopiyati, bersama 4 orang saudara, 2 laki-laki dan 2 peremuan dimana saya adalah anak nomor 3. Orang tua saya yang berprofesi sebagai petani senantiasa mengajarkan anak-anaknya dengan nilai-nilai hidup yang agamis dengan penuh kedisiplinan. Waktu kami masih kecil, setiap setelah magrib, kami sekeluarga selalu diwajibkan untuk mengaji. Kakak-kakak mengajarkan adik-adinya, sementar ayah dan ibu memberi arahan jika terdapat kesalahan. Setiap waktu luang, sehabis pulang sekolah, kami selalu diwajibkan untuk ke kebun/ladang memelihara tanaman yang kami tanam. Di dusun kami, lahan pertaniannya termasuk lahan kering, sehingga sebagian besar penduduk menanam singkong, padi kering, dan jagung sebagai tanaman utamanya.
Saya bersyukur akan anugrah yang diberikan Allah kepada saya selama ini. Selama di SD/SLTP, saya selalu mendapat juara kelas, walaupun pernah juga mendapatkan peringkat ke 2. Begitu pula ketika di SLTA, juara kelas paralel selalu saya raih mulai dari kelas 1 hingga kelulusan. Padahal saya bukanlah seorang yang kutu buku. Strategi saya hanyalah mendengarkan baik-baik materi yang guru berikan pada saat proses belajar berlangsung. Ketika akan ada ujian pun, tidak jarang sore harinya saya bermain sepakbola bersama rekan-rekan saya di kampung maupun di sekolah. Ya, sepakbola adalah kegemaran saya. Semasa disekolah saya selalu dilibatkan dalam berbagai perlombaan ilmiah yang dilaksanakan oleh berbagai pihak. Dengan prestasi tersebut, orang tua saya tidak perlu lagi membayar uang sekolah (SPP) saat itu karena saya mendapatkan beasiswa darinya. Prestasi selama di tingkat SLTA inilah yang akhirnya membawa saya diterima di departemen teknik elektro Universitas Indonesia melalui jalur PPKB (Program Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar) pada tahun 2002.
Saya sangat senang berorganisasi. Bagi saya disanalah kita bisa mengaktualisasikan diri kita, pikiran dan usaha untuk memberikan yang terbaik pada orang lain. Kesenangan berorganisasi ini sudah dimulai sejak bangku SMP dan SMA. Di SMA, teman teman pernah mempercayakan saya sebagai Ketua OSIS selama 2 periode, 1999-2001. Begitu pula ketika memasuki bangku perkuliahan, beberapa organisasi kemahasiswaan saya ikuti, baik didalam maupun diluar kampus, yang bersifat religi maupun sosial-politik kemasyarakatan. Terakhir, dikampus saya pernah dipercaya sebagai Ketua Ikatan Mahasiswa Elektro FTUI periode 2004-2005. Pengalaman organisasi di kampus inilah yang mengenalkan saya kepada Dian Silvia Arda Sari, seorang mahasiswi sosiologi FISIP UI yang akhirnya menjadi pendamping hidup saya kini dan hingga akhir masa.
Selain senang berorganisasi, saya juga senang berwirausaha dan bekerja. Sebenarnya kesenangan berwirausaha ini bermula dari sebuah keterpaksaan akan keadaan. Biaya hidup dan kuliah di Jakarta yang lumayan tinggi, sementara ekonomi keluarga saya tidak memungkinkan untuk mendukung saya. Akhrinya dengan berbagai ikhtiar, ada juga jalan yang bisa ditempuh. Mulai dari semester 2, saya menjadi pengajar di beberapa bimbingan belajar untuk matapelajaran Matematika, Fisika dan Kimia tingkat SMU. Disamping menjadi pengajar, saya juga berwirausaha dengan membuka kedai makan dan juga wartel disekitar kampus bersama rekan saya. Di wartel disediakan juga jasa pengetikan dan translasi bahasa. Dari uang itulah saya bisa memenuhi biaya makan, tempat kost dan biaya penunjang kuliah lainnya, sementara biaya kuliah saya cukup terbantu dengan beasiswa yang diberikan oleh pihak kampus maupun luar kampus. Konsekuensi penggunaan waktu belajar untuk bekerja itu, langsung maupun tidak langsung berdampak pada prestasi belajar saya selama kuliah. Ya, IPK terakhir saya tidak sampai angka 3. Namun saya merasa sangat puas akah hasil yang dicapai.
Selama kuliah, terutama menjelang kelulusan, saya mempunyai cukup hubungan dekat dengan dosen-dosen senior, terutama pembimbing saya, Ir. Agus R Utomo, MT. Beliau mengajarkan saya banyak ilmu, tidak hanya sebatas bimbingan skripsi. Setelah skripsi saya mengenai energi biomassa selesai, Pak Agus mengajak saya menjadi asisten dosen di departemen dimana saya mendapatkan gelar sarjana. Bagi kebanyakan sarjana, mungkin akan berpikir dua kali untuk menjadi asisten dosen. Pertimbangannya adalah masalah gaji yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan mereka, padahal tugas dan tanggung jawabnya cukup berat. Namun alasan tersebut tidak berlaku bagi saya. Asisten yang mempunyai tugas membantu dosen senior dalam menyiapkan bahan kuliah dan bersama dosen senior memberikan kuliah, adalah sebuah pekerjaan yang menyenangkan. Prinsip saya, mengajar adalah cara yang paling baik dalam belajar. Dan kita akan senantiasa belajar hingga akhir hayat nanti. Selain menjadi asisten dosen, saya juga diperbantukan pada Engineering Center UI sebagai koordinator data divisi Mining, Energy and Power. Tugas saya saat itu adalah mengumpulkan data dan informasi mengenai 3 bidang tersebut dan melaporkannya kepada manager. Sementara untuk asisten dosen saya diminta untuk membantu mengasuh mata kuliah metode numerik dan basic energy systems di kelas internasional. Setelah 1 semester, dua pekerjaan tersebut terpaksa terhenti sementara dikarenakan saya mendapatkan beasiswa S2 dari Pemerintah Korea melalui program Graduate Scholarship for excellent Foreign Students pada Department of Energy Systems Engineering, Seoul National University dengan spealisasi nuclear safety analysis.
Dengan background yang saya miliki tersebut diatas, maka blog ini dimaksudkan sebagai sarana untuk menyajikan berita dan informasi seputar pengembangan teknologi nuklir baik di dunia maupun di Indonesia. Blog ini adalah mirror (back-up) dari personal website saya http://www.nuklir.info. Mudah mudahan pembaca mendapatkan manfaat dari blog ini.
Chairul Hudaya
UI Blog : http://staff.blog.ui.edu/chairul.hudaya/



19 Januari 2008 at 8:21 am
Splended introduction mate…
and it’s in English!
If you can make choices for your blog reader (English or Indonesian), or by also provide English postings that would be great.
so that you can make your’s more broad
G’day mate!
19 Januari 2008 at 10:45 am
Thank you for your visit and suggestion, Jakey..
Yes, I hope so, may be someday I will make it in English version.. However, since now my objective is to give a little contribution to Indonesian society, so I think Indonesian version is better..
Have a nice day Jakey..
19 Januari 2008 at 7:31 pm
abis blogwalking mampir disini, salam perkenalan. Sukses untuk studi Doktornya.
19 Januari 2008 at 11:50 pm
pak irul,,,
selamat berjuang!!
sukses dan lancar yah,,
20 Januari 2008 at 3:40 am
salam kenal kakak angkatan.
saya mahasiswa fisika teknik angkatan 2003.
20 Januari 2008 at 4:53 pm
Makasih atas kunjungannya ya..
20 Januari 2008 at 7:18 pm
Iya mas,ayah kerja di PTAPB BATAN.
21 Januari 2008 at 12:29 pm
Bagaimana sampeyan mau netral, jika hanya mengacu ke IAEA. Padahal surat khabar itu sebagai cek ricek cover both sides. Gimana masalah kasus Iran, apa sampeyan yakin IAEA memihak IRAN? Siapa sih yang menguasai IAEA?
21 Januari 2008 at 12:58 pm
Terima kasih Pak Darjo atas kunjungannya.
Maksud saya sebelumnya yaitu dalam hal hal tertentu, saya terkadang tidak mempercayai surat kabar. Artinya, tidak selalu yang diberitakan tersebut langsung saya telan semua. Untuk membuat agar berita menarik dan dibaca orang, pers biasanya menambahkan “bumbu”. Nah terkadang jika bumbunya itu terlalu berlebih, maka akan mengaburkan substansi yang ingin dicapai.
Posisi saya mengenai Iran, dari beberapa data yang saya baca, saya lebih memihak Iran Pak, karena mereka mengembangkan nuklir untuk tujuan damai, which is enegy. Perihal IAEA, ya memang benar pak, yang dibelakangnya USA. Saya kira sudah menjadi rahasia umum. Milyaran USD sudah digelontorkan untuk support IAEA. Lantas apa IAEA harus “melawan” yang memberi uang? Begitu kira kira pak. Tentu saya harus banyak belajar dari bapak
Salam hormat untuk bapak bapak di BATAN
CH
8 Maret 2008 at 12:23 pm
29 Maret 2008 at 1:44 am
pak chairul..
salam kenal…
I am really interested with your blog, since the nuclear issues haven’t got much ‘balance’ attention. I really appreciate your wide coverage on technical and political aspects of nuclear.
I myself currently dealing with nuclear stuff… (much more to learn actually…) and it’s really good to have other indonesian dealing with this stuff…
looking forward to contribute to your blog…
cheers
2 April 2008 at 6:48 pm
salam kenal pak Irul.
Nice postings – keep blogging
boed | budihartono.wordpress.com
2 Juni 2008 at 12:53 pm
alo pak khairul masih ingat saya gak nih? saya tertarik dengan riset aspek sikap dan penerimaan publik terhadap penerapan NPP di Indonesia. Bisa bagi info gak bih. trims. Hidayat Psiko UI 03 (yang mantan ketua imami di Asrama)
28 Agustus 2008 at 5:16 pm
Katanya netral dan mau membahas dari kedua segi, tapi kok, website organisasi yang sudah paling lama melawan nuklir, yaitu GReenpeace, tidak disebutkan samasekali? Cobalah kunjungi blog Greenpeace nuclear reaction, Pak… thank you. Tezz
27 Oktober 2008 at 2:49 pm
Mas tezz.. makasih kunjungannya.
Sebelum di sarankan untuk berkunjung ke blognya greenpeace, jauh jauh hari sudah saya lihat mas. Cuman ya banyak data dan fakta yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya.
Saya bahas 2 sisi kok, lihat saja permasalahan nuklir juga saya ungkap.
2 Desember 2008 at 10:32 am
Terima kasih telah mampir di blog saya (http://rudist.wordpress.com) salam kenal juga Pak Choirul Hudaya. Sukses selalu untuk bapak…
21 Februari 2009 at 10:38 pm
assalammualaikum wr wb
salam kenal
saya adalah alumni dari Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN Yogyakarta
sekolah di bawah naungan BATAN.
walau saya sudah alumni tapi saya masih tetap belajar dan terus belajar tentang energi. terutama energi nuklir.
apabila ada kesempatan kita bertemu kita bisa berdiskusi banyak.
apabila pak choirul hudaya ada waktu dan kesempatan.
apakah bisa membagi pengalaman,ilmu dan spirit2 kepada adik2 saya?
apabila bapak ke Yogyakarta bisa singgah sejenak di kampus kami?
Terima kasih atas waktu dan perhatian dari bapak.
wassalammualaikum wr wb